By : Elvi Affida
Mahasiswa, FDK UIN Ar - Raniry
Banyaknya usaha penyesatan dan ungkapan yang
mengatakan bahwa perkembangan serta kebangkitan Islam di Eropa, dimulai dari
Italia. Sebenarnya perkembangan dan kebangkitan itu dimulai dari Andalusia yang
telah banyak mengambil kekuatan pendorongnya saat itu pada abad ke- 13 Masehi.
Para ulama Islam dalam spesialisasinya mempunyai peran positif dalam mengembangkan
Eropa, hal itu terlihat dari bidang ilmu eksperimental, terapan, juga ilmu
teoretisnya. Seorang penulis Spanyol Plasco Abianz menegaskan bahwa
perkembangan Islam di Eropa bukan dari Utara melainkan dari Selatan. Kaum
muslim yang pertama sekali melakukan Futuhatnya terhadap Andalusia, mereka
datang membawa peradaban, kemajuan, serta memasukkan budaya yang masih muda dan
berenergik, sehingga dengan cepatnya kebudayaan ini berkembang dan menapjubkan.
Umat Islam seperti langsung menang ketika terlahir di bumi Andalusia.
Pada masa itu Islam memberikan iklim kebebasan
kepada manusia terhadap peradabannya, hal ini dilakukan untuk mengkaji dan
meneliti demi kepentingan ilmu pengetahuan tanpa membelenggu dengan berbagai
belenggu yang dilakukan oleh Gereja terhadap akal Eropa.
Pada abad pertengahan. Gereja memperluas
kekuasaannya pada bidang pendidikan di Eropa, akan tetapi tujuan pendidikan
mereka saat itu terbatas pada Filsafat agama dan Pendidikan akhlak. Dalam
pikiran dan pandangan mereka bahwa manusia akan sampai pada pemikiran-pemikiran
keagamaan yang benar, menurut buku pelajaran yang dikemas dengan baik.
Sementara itu, Kristen Protestan meyakinkan masyarakat bahwa pendidikan membawa
kepada keselamatan dan berkomunikasi dengan Tuhan dapat dilakukan dimana saja
dengan membaca Injil. Maka ilmu-ilmu agama terpinggirkan serta diganti oleh
ilmu-ilmu alam yang bersumber pada Yunani, akibatnya nilai-nilai moral semakin
hilang dari hari ke hari. Sementara kebenaran dan kebaikan yang dipikirkannya
itu, suatu bendungan yang harus dihancurkan karena menurutnya semua itu
didirikan oleh orang-orang lemah untuk menyelamatkan diri dari tekanan orang
kuat. Islam pertama sekali dimusuhi oleh Eropa, sehingga mereka memilih untuk
mengikui warisan Romawi dan Spanyol yang menyembah akal dan tubuh. Akan tetapi
adanya pendudukan Spanyol pada abad ke- 18 merupakan jalan pertama kaum muslim
ke Eropa, pendudukan ini dibantu para Uskup Sevilla yang iba melihat kebodohan,
keterbelakangan, dan kekacauan social.
Kaum muslim selanjutnya mengubah kondisi itu
dengan menciptkan kestabilan, keamanan, serta pembangunan dan pekembangan.
Andalusia dibawah kekalifahan Cordoba dan ibu kota para Khalifah Umawi, menjadi
daerah di Eropa yang kaya serta berperadaban. Kaum muslim kemudian memperkuat
kekuasaannya di Spanyol dengan ilmu pengetahuan, mereka membuat buat berbagai
inovasi sesuai dengan suasana yang didukung oleh tanah Eropa.
Masuknya kaum muslim menundukkan Andalusia
pada masa kekalifahan Walid bin Abdul Malik melalui tangan panglima Musa bin
Nushair dan Thariq bin Ziyat pada tahun 92 H, hingga jatuhnya Granada pada
akhir kerajaan di Spanyol tahun 897 H bertepatan dengan 1492 Masehi.
Masuknya kaum islam di Spanyol bukan sebagai penjajah militer, tapi sebagai
futuhat islami yang berperadaban, yang mempengaruhi hingga berpengaruh sampai
ke Barat-Eropa.
Perkembangan Islam mencapai puncaknya di
Andalusia pada abad ke-10 Masehi, karena letak yang stategis maka Andalusia
terus menjadi daerah interaksi antara Islam dan Kristen. Penduduk Spanyol saat
itu mencapai angka 30 juta jiwa. Dengan banyaknya penduduk sehingga
berinteraksilah seluruh ras dan agama dalam keberagaman yang tidak tebatas.
Populasi muslim di daerah Andalusia ini semakin meningkat dikarenakan pada
tahun 1085 pelajar dari negara Barat-Eropa masuk ke Spanyol untuk belajar
bahasa Arab dan pernerjemahannya ke bahasa Latin, untuk mengambil manfaat dari
kaum muslim di Andalusia sehingga kalangan Yahudi turut serta aktif dalam
kehidupan kebudayaan Andalusia pada abad ke-13, sehingga mereka terus menetap
di daerah itu.
Dapat juga dilihat dari perkembangan
Islam di negara sekuler. Turki adalah Sekuler
yang mayoritas penduduknya beragama Islam sejak zaman Kesultanan Utsmaniyah
yang menguasai Turki pada tahun 1400-an sehingga pemeluk islam di Turki semakin
banyak kini di perkirakan sekirat 99% penduduk Turki adalah muslim. Kebanyakan
muslim di Turki Sunni dengan 70-80%, dan sisanya adalah Alevis dan Syiah dengan
20-30%, setra pengikut dua belas Imam dengan 3%.
Pada tahun pertama Masehi, wilayah Turki yang
masa itu bernama Kerajaan Bizantium dikuasai oleh Romawi selama empat abad.
Kekuasaan Romawi dapat di jatuhkan oleh Kaum Barbar, sehingga saat ini ibu kota
Kerajaan di pindahkan dari Roma ke Konstantinopel yang sering disebut Istambul.
Pada abad ke- 12 Bizantium jatuh dalam Kerajaan Ottoman yang dipimpin oleh Raja
Osman I, ini adalah masa keemasan Turki Ottoman, selain itu pemerintah Turki
Ottoman memperoleh pengaruh Islam yang kuat.
Setelah Osman I meninggal, kekuasaan
kesultanan Utsmaniyah kemudian meluas sampai ke bagian Timur Mediterania dan
Balkan. Dengan demikian wilayah itu menjadi awal nya penyebaran agama Islam di
Eropa dan terus meluas.
Perkembangan hukum yang ada di negara Turki
ini, pada periode awal bahwasanya hukum islam dilaksanakan sesuai dengan ajaran
Al-Quran dan Sunnah bahkan lebih cenderung kepada Tradisional dan Konservatif.
Pada periode pertengahan disebutkan juga, sudah ada usaha untuk memasukkan
hokum Islam kedalam undang-undang Negara Turki. Selanjutnya pemikiran
pembaruhan hukum Islam sudah mulai muncul. Dan pada periode Modern terjadilah
pembaruan besar-besaran di Turki termaksud juga Turkinisasi hukum Islam.
Mustafa Kamal merubah bentuk negara dari Monarki menjadi Republik yang di
awalnya masih berdasarkan agama Islam, hanya dalam perkembangan selanjutnya
negara itu diubah menjadi negara Sekuler sampai sekarang.
Saat ini dapat diprediksikan masa depan Islam
didunia,pada masa selanjutnya akan bekembang sangat pesat di seluruh penjuru
dunia . Dikarenakan Umat muslim dengan segala kepandainya akan segera
menundukkan negara Eropa-Amerika kepada dunia Islam, Hal ini disebabkan dengan
banyak nya pelajar Eropa-Amerika untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan,
terutama bahasa Arab Filsafat agama juga Pendidikan akhlak, dangan begitu para
pelajar itu justru mencari dan mengali tentang Islam, walau pun mereka
menafsirkan bahwa untuk mengambil maanfaat dari itu, justru itu lah problem
yang harus diselesaikan dan jembatan pertama bagi umat Islam untuk memudahkan
perluasaan penyebarannya.
Sumber :
Dr. Lathifah Ibrahim Khadhar, Al-Islam
fil Fikrul Gharbi, cet.1 – Jakarta :gemanisani press,2005
Prof. Dr. M Hasbi Amiruddin, MA. Konsep Negara
Islam menurut Fazlur Rahman, cet.1 – Yogyakarta UII Press, 2000 (revisi 2006)

dunia islam memang kuat peraadabannya.
BalasHapusdunia islam memang kuat peraadabannya.
BalasHapussemoga islam dapat menguasai seluruh negara di dunia.
BalasHapus